Thursday, October 15, 2015

Published 9:22 AM by with 2 comments

Obat Hati (Cak Nun dan Kyai Kanjeng)

Kepada engkau yang menyimpan kesengsaraan dalam kebisuan ...
Kepada engkau yang menangis dalam batin karena dikalahkan

karena disingkirkan diusir ditinggalkan ...
Atau karena sangat-sangat susah untuk ketemu dengan yang namanya keadilan ...
Aku ingin bertamu ke lubuk hatimu saudara-saudaraku ...
Untuk mengajakmu istiroh sejenak ...
Mengendapkan hati dan bernyanyi ...
Mengendapkan hati dan bernyanyi ...

Saudara-saudaraku sesama orang kecil di pinggir jalan ...
Sedulur-sedulurku di dusun-dusun di kampung-kampung perkotaaan ...
Karib-karibku di gang-gang kotor di gubug-gubug tepi sungai yang darurat ...
Atau mungkin saudara-saudaraku di rumah-rumah besar di kantor-kantor mewah
namun memendam semacam keperihan diam-diam ...
Aku ajak engkau semua sahabat-sahabatku saudara-saudaraku untuk menarik nafas sejenak ...
Duduk bersandar atau membaringkan badan ...

Aku ajak engkau menjernihkan pikiran untuk menata hati 
Menemukan kesalahan2 kita semua untuk tidak kita ulangi lagi ...
Atau meneguhkan kebenaran-kebenaran untuk kita perjuangkan kembali ...

Ayolah saudara-saudara rileks

“Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
“Wahai Tuhanku, Aku bukanlah ahli surga tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim

Obat hati ada lima perkaranya :
  1. Yang pertama baca Quran dan maknanya
  2. Yang kedua sholat malam dirikanlah
  3. Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
  4. Yang keempat perbanyaklah berpuasa
  5. Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani moga-moga Gusti Alloh mencukupi.

Amalan Jalbur Rizki (penarik rezeki), silahkan diamalkan sesuai tatacaranya. Barokallahu Fikum klik Wirid Jalbur Rizki (penarik rezeki)



Read More
      edit

Tuesday, February 18, 2014

Published 1:52 PM by with 1 comment

Kebenaran Dan Pembenaran

Entah bagaimana aku memahami kegelisahanku . . .
Apakah akalku yang tak mampu atau akalku yang buntu . . .

Bagaimana bisa,
Tuhan Sang Penggenggam  kuasa Semesta masih menuntut kesungguhan bakti Ibrahim, Sang pesuruh Tuhan yang setia . . .
Bagaimana mungkin aku bisa memahami Tuhan penggenggam kuasa itu meminta Ibrahim untuk menyembelih putra terkasihnya ?!
Dan tak mungkin Ibrahim membantah . . .

Aku tak peduli, Ismail atau Ishak yang tergeletak pasrah menyongsong kilatan pedang yang menggidikkan itu . . .
Bahkan saat Ibrahim terpejam menggorokkan pedang tajamnya pada leher  jenjang yang terlentang pasrah, lalu darah mengucur dan menyembur . . .
Meskipun itu hanya darah seekor domba, batinku tetap tak bisa menerima begitu saja . . .
Ini penindasan !!!
Ini kesewenang-wenangan !!!

Lalu kukaji ragam cerita dari kitab-kitab suci, lalu kutemui ragam ajaran kebijaksanaan dari para bijak bestari, lalu kudapatkan, kurasakan, dan kuendapkan . . .
Bahkan pada segala peristiwa di mayapada kutangkap dengan mata kepala dan dada . . .
Lalu kueja mesti terbata . . .

Di ujung lelahku, ketika segala laku pikir mandeg sendiri, semua luluh dalam senyap dan sepi . . .
Perlahan aku seperti mendengar Tuhan berbisik :

“ Begitulah suasana hati-Ku wahai Ibrahim, karena janji-Ku, Aku harus mengabulkan semua permintaanmu, apa pun itu !!, maka hendaklah kamu tidak lagi memohon agar Aku melumatkan mereka yang tidak sepaham denganmu dari wilayah kekuasaan-Ku, karena Aku juga mengasihi mereka sebagaimana kamu mengasihi Ismail dan Ishak, Bahkan Lebih.”

Amalan Jalbur Rizki (penarik rezeki), silahkan diamalkan sesuai tatacaranya. Barokallahu Fikum klik Wirid Jalbur Rizki (penarik rezeki).




Read More
      edit
Published 1:40 PM by with 3 comments

FAFIRRU ILALLAH (Kembali Kepada Allah)

Dengan Asma Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,

Sebelumnya aku berterima kasih kepada sahabat-sahabat dan orang-orang terdekatku yang sering menenangkan dan menghibur dengan senyuman yang tulus. salam sayang dan do'aku selalu menyertai kalian, semoga Tuhan senantiasa memberkahi langkah kita di dalam apa pun itu.

“Yang disebut Tarekat adalah meneliti gerak hati. Supaya hatimu lega, lebih-lebih melahirkan rasa bahagia dan tentram, sehingga  membuatmu senantiasa merasa cukup. Karena ketentraman sangat berbeda dengan kelegaan hati. Lega hanya terjadi sesaat, yaitu ketika tercapai apa yang engkau inginkan saja. Adapun ketentraman sifatnya sama dengan tanaman, selama terus-menerus disirami, ia akan tumbuh subur. Namun jika dibiarkan saja, daun-daunnya menjadi layu dan kurus.” (Tembang Pangkur bait 1 dan 2)

Terkadang kita merasakan sesuatu  kekosongan dan keresahan  yang tak dapat dimengerti, mencari-cari apa yang kurang dan apa yang salah, belum lagi kita memikirkan ketakutan akan hal-hal yang belum terjadi, seperti contohnya ketidakpastian akan masa depan dan hal-hal lainnya. Apa, mengapa dan bagaimana ??? pertanyaan itulah yang selalu memusingkan kepala.

“Istirahatkan dirimu/fikiranmu daripada kerisauan mengatur kebutuhan duniamu, sebab apa yang sudah dijamin/diselesaikan oleh lainmu (Allah), tidak usah kau sibuk memikirkannya.” (Al-Hikam : 4)

Ingatlah  kewajiban kita sebagai manusia hanya berusaha dan berdo’a, tidak usah kau memusingkan masalah hasil akhirnya, tetap istiqomah (teguh pendirian) dan yakinlah man jadda wa jada (jika kau bersungguh-sungguh maka akan tercapailah citamu).

“Hambaku, ta’atilah semua perintah-Ku, dan jangan memberitahu kepada-Ku apa yang baik bagimu, (jangan mengajari pada-Ku apa yang menjadi hajad kebutuhanmu).” (Al-Hikam : 4)

Sebaiknya seorang hamba yang tidak mengetahui apa yang akan terjadi mengakui kebodohan dirinya, sehingga tidak memilih sesuatu yang tampak baginya sepintas lalu baik, padahal ia tidak mengetahui bagaimana akibatnya, karena itu bila Tuhan yang Maha mengetahui lagi bijaksana memilihkan untuknya sesuatu, hendaknya rela dan menerima pilihan Tuhan yang Maha belas kasih lagi mengetahui dan bijaksana itu, walaupun pada lahirnya pahit dan pedih rasanya, namun itu yang terbaik baginya, karena itu bila ber’doa kemudian belum juga tercapai keinginannya janganlah patah harapan.

“. . . Allah telah menjamin menerima semua do’a dalam apa yang Ia kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu dan pada waktu yang ditentukan-Nya, bukan pada waktu yang engkau tentukan.” (Al-Hikam : 6)

Segala sesuatu adalah ketidakpastian yang selalu menimbulkan kemungkinan-kemungkinan, oleh karena itu jangan pernah lelah untuk melakukan kebaikan apa pun, dan serahkanlah semua hasil kepada Tuhan yang Maha Mengetahui dan Bijaksana. Bersihkan hati, renungkan sejenak dan mulailah tersenyum dengan cinta-Nya.

Iman adalah mutiara di dalam hati manusia, yang meyakini Allah Maha esa, Maha kuasa . . .
Tanpamu iman bagaimanalah merasa diri hamba pada-Nya . . . 
Tanpamu iman bagaimanalah menjadi hamba Allah yang bertaqwa . . .
Iman tak dapat diwarisi, dari seorang ayah yang bertaqwa . . .
Ia tak dapat dijual beli, ia tiada ditepian pantai . . .
Walau apapun caranya jua, engkau mendaki gunung yang tinggi . . .
engkau berentas lautan api, namun tak dapat jua dimiliki . . .
Jika tidak kembali pada Allah . . .
Jika tidak kembali pada Allah . . . 
(Raihan – Iman Mutiara)

 “Ya Allah, hanya kasih sayang-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan urusanku pada diriku sendiri meskipun hanya sekejap mata, dan perbaikilah semua urusanku. Tidak ada Tuhan selain.” Engkau.” (H.R. Abu Dawud dan Ahmad).

Amalan Jalbur Rizki (penarik rezeki), silahkan diamalkan sesuai tatacaranya. Barokallahu Fikum klik Wirid Jalbur Rizki (penarik rezeki).



Read More
      edit
Terapi Pemurnian Diri. Powered by Blogger.